krisnamurti

Sunday, November 13, 2005

Belajar dari Bambu

Kalau Anda menonton film-film Cina atau Jepang, atau melihat lukisan-lukisan dari kebudayaan mereka, sosok tanaman bambu tampak begitu lekat dengan mereka. Ada apa dengan bambu. Tampaknya bambu memang menyimpan makna khusus bagi saudara-saudara kita di Asia Timur itu. Memang, bila kita merenungkannya lebih jauh, bambu ternyata menyimbolkan banyak sifat-sifat mulia dalam dirinya. Tentunya, sifat-sifat ini dapat menjadi pelajaran bagi manusia supaya bisa turut memiliki kebijaksanaan sama seperti tanaman bambu ini.
Bagi Anda penggemar komik Kung Fu Boy, tokoh Chinmi pernah belajar salah satu ilmu bela dirinya melalui perbandingan serumpun bambu dengan sebuah pohon beringin raksasa. Saat itu, sang guru menyuruh Chinmi untuk bermeditasi di sebuah kuil. Maka, ia pun bermeditasi menghadap ke halaman kuil. Di sebelah kiri halaman kuil, terdapat serumpun bambu; sementara di sebelah kanannya terdapat sebuah pohon beringin raksasa. Ceritanya, saat ia bermeditasi, terjadi hujan badai disertai angin yang amat kencang. Dalam badai itu, pohon beringin besar itu tumbang oleh angin kencang. Sementara, serumpun bambu itu tetap pada posisinya. Sungguh diluar dugaan Chinmi, padahal, sebelumnya, ia mengira bahwa yang akan tumbang adalah bambu-bambu itu. Ya... saat diterpa angin kencang serumpun bambu itu membengkok mengikuti arah angin. Tampaknya, ia rapuh namun sebenarnya bukan rapuh, tapi lentur, adaptif. Berbeda dengan pohon beringin yang awalnya tampak tidak terpengaruh oleh angin, keras kepala, namun berakhir tragis. Dari sini saja, Anda dapat memetik sebuah nilai mengenai keluwesan. Dalam hidup, hendaknya kita tidak boleh keras kepala dengan pemikiran kita. Perlu kita bersikap seperti bambu yang luwes, terbuka pada kemungkinan lain yang lebih baik, dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Alhasil, ia pun berhasil selamat dari badai.
Saat diterpa angin, bambu tidak kisruh (ribut, gelisah). Ia hanya mengikuti arah angin, dan mengeluarkan suara mendesah yang lembut. Berbeda dengan pohon kebanyakan, yang saat diterpa angin, mengeluarkan suara derak dan gemerisik yang mengkhawatirkan. Untuk yang ini, kita dapat belajar bahwa dalam menghadapi suatu masalah, kita tidak perlu gelisah dan ribut. Yang diperlukan adalah keheningan. Partikel pengotor yang bercampur dengan air sehingga menjadikan air keruh pun akan mengendap, terpisah dari airnya jika gelas penampung air keruh itu didiamkan. Bambu adalah simbol ketenangan dan keheningan. Dua hal yang langka pad zaman sekarang ini.
Bambu memiliki perakaran yang berbeda dengan pohon beringin. Dari luar ia tampak rapuh -selain karena posturnya yang kecil- juga karena akar-akarnya tidak tampak. Berbeda dengan pohon beringin yang mempertontonkan akar-akarnya. Identik dengan binaragawan yang mempertontonkan otot-otot dan urat-uratnya. Sebenarnya, justru bambu itu memiliki kelebihan. Perakarannya justru kuat dan mendalam, walaupun tidak kelihatan. Bambu tidak sombong, ia rendah hati. Rasanya ini pun dapat menjadi pelajaran bagi manusia: supaya tidak sombong. Justru sikap sombong dapat mengganggu orang lain; identik dengan akar pohon beringin yang menyebar ke segala arah, dan sering merusak pondasi bangunan.
Merenungi ini juga, kita dapat belajar supaya hidup kita tidak semata-mata dangkal. Hidup ini haruslah berakar dalam. Artinya, kita memiliki nilai-nilai baik tertentu yang menjadi pegangan hidup sehingga hidup ini dapat menjadi indah dan bahagia.
Bila kita mengamati serumpun bambu, di bandingkan dengan tanaman lain yang umum, akan tampak perbedaan yang amat mencolok, yaitu: bunga dan buah. Bambu tidak memiliki bunga ataupun buah. Walaupun demikian, ia tetap berdiri tegak dan tidak minder. Justru ia tetap dapat menjadi penghias taman yang unik dan indah. Ia tidak sombong, dan lebih lagi, dengan kerendahan hatinya, ia tetap dapat memberikan yang terbaik.
Masih ada banyak lagi, keutamaan hidup yang dapat diperoleh dari merenungi bambu. Dari permenungan singkat di atas saja, kita sudah mendapat banyak nilai, tentang kesederhanaan hati, keheningan, dan kehidupan yang berakar mendalam. Sudahkah kita belajar dari bambu yang ternyata bijaksana itu?

Antonius Krisna Murti

5 Comments:

At 7:16 AM, Blogger Karl Hiunzm said...

Hai, saya suka membaca blog untuk menambah ilmu dan maklumat. Setiap hari sekurang-kurangnya saya lawat 20 blog. Blog anda adalah antara yang paling menarik untuk hari ni. Keep up the good work!

Terlanjur saya di sini, tahukah anda tips cara mudah jadi kaya. Sistem Menjana Wang Secara Automatik. RM200,000 dalam masa 35 hari dengan modal hanya RM10! Ini baru REAL!. Peluang dan tips cara mudah jadi kaya di sini.

 
At 4:19 PM, Blogger Rockerz said...

Hai, Anda mempunyai blog yang hebat! Saya akan bookmark blog anda!

Saya ada tipsusaha jadi kaya. Banyak tips usaha jadi kaya di sini.

 
At 12:26 PM, Blogger adam said...

Hello I just entered before I have to leave to the airport, it's been very nice to meet you, if you want here is the site I told you about where I type some stuff and make good money (I work from home): here it is

 
At 3:52 AM, Blogger adam brown said...

Hi, this is not so related to your page, but it is the site you asked me 1 month ago about the abs diet. I tried it, worked well. Well here is the site

 
At 1:57 AM, Blogger mike rachmi said...

hai... saya salah satu pengagum buku anda, ini kali pertama saya membaca blog anda, saya sering membuka blg anda

 

Post a Comment

<< Home